Tampilkan postingan dengan label PUISI MELAYU. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PUISI MELAYU. Tampilkan semua postingan

Kamis, 29 September 2011

SEJAK PERTEMUAN MAHASISWA

0 komentar
Matahari terbit pagi ini
mencium bau kencing orok di kaki langit
melihat kali coklat menjalar ke lautan
dan mendengar dengung di dalam hutan

lalu kini ia dua penggalah tingginya
dan ia menjadi saksi kita berkumpul disini
memeriksa keadaan

kita bertanya :
kenapa maksud baik tidak selalu berguna
kenapa maksud baik dan maksud baik bisa berlaga
orang berkata : “kami ada maksud baik”
dan kita bertanya : “maksud baik untuk siapa ?”

ya !
ada yang jaya, ada yang terhina
ada yang bersenjata, ada yang terluka
ada yang duduk, ada yang diduduki
ada yang berlimpah, ada yang terkuras
dan kita disini bertanya :
“maksud baik saudara untuk siapa ?
saudara berdiri di pihak yang mana ?”

kenapa maksud baik dilakukan
tetapi makin banyak petani kehilangan tanahnya
tanah – tanah di gunung telah dimiliki orang – orang kota
perkebunan yang luas
hanya menguntungkan segolongan kecil saja
alat – alat kemajuan yang diimpor
tidak cocok untuk petani yang sempit tanahnya

tentu, kita bertanya :
“lantas maksud baik saudara untuk siapa ?”
sekarang matahari semakin tinggi
lalu akan bertahta juga di atas puncak kepala
dan di dalam udara yang panas kita juga bertanya :
kita ini dididik untuk memihak yang mana ?
ilmu – ilmu diajarkan disini
akan menjadi alat pembebasan
ataukah alat penindasan ?

sebentar lagi matahari akan tenggelam
malam akan tiba
cicak – cicak berbunyi di tembok
dan rembulan berlayar
tetapi pertanyaan kita tidak akan mereda
akan hidup di dalam mimpi
akan tumbuh di kebon belakang

dan esok hari
matahari akan terbit kembali
sementara hari baru menjelma
pertanyaan – pertanyaan kita menjadi hutan
atau masuk ke sungai
menjadi ombak di samodra

di bawah matahari ini kita bertanya :
ada yang menangis, ada yang mendera
ada yang habis, ada yang mengikis
dan maksud baik kita
berdiri di pihak yang mana !

W.S Rendra
Read More..

DETIK INI

0 komentar
Sesekali membelek peribadi diri
mencari qudwah hasanah yang tak terjangkau
melihat kebobrokan yang menguasai
kilau barat rebahkan murni timur
tewaskan semaian, racunkan baja peribadi
agungkan budaya kuning
remehkan warisan nenda
sesekali merenung kebebasan
50 tahun cukup untuk mengajar
parut derita masih tersisa
perjuangan yang semakin dilupakan
namun, hedonisme mula menjalar
hiburan tanpa batas
kerana kita yang agungkan mereka.
Read More..

NYANYIAN HUJAN

0 komentar
Aku ini percikan benang-benang perak yang dihamburkan dari syurga oleh dewa-dewa.
Alam raya kemudian meraupku, bagi menyirami ladang dan lembahnya.

Aku ini taburan mutiara, yang dipetik dari mahkota Raja Ishtar, oleh puteri Fajar,
untuk menghiasi taman-taman mayapada.

Pabila kuurai air mata, bukit-bukit tertawa;
Pabila aku meniup rendah, bunga-bunga gembira,
Dan bila aku menunduk, segalanya cerah-ceria.

Ladang dan awan mega berkasih-mesra,
Di antara mereka aku pembawa amanat setia,
Yang satu kulepas dari dahaga,
Yang lain kuubati dari luka.

Suara guruh mengkhabarkan kedatanganku
Pelangi di langit menghantar pemergianku,
Bagai kehidupan duniawi, diriku,
Dimulakan pada kaki kekuatan alam,
Dan diakhiri di bawah sayap kematian.

Aku muncul dari dalam jantung samudera,
Melayang tinggi bersama pawana,
Pabila kulihat ladang memerlukanku,
Aku turun, kubelai mesra bunga-bunga dan pepohonan
Dalam berjuta cara.

Jemariku lembut bermain pada jendela-jendela kaca
Dan berita yang kubawa membawa bahagia,
Semua orang dapat mendengarnya, namun hanya yang peka,
Dapat memahami maknanya.

Panas udara melahirkan aku,
Namun sebagai balasannya aku membunuhnya,
Laksana wanita yang mengungguli jejaka,
Dengan kekuatan yang dihisap daripadanya.

Diriku helaan nafas samudera
Gelak tertawa padang ladang,
Dan cucuran air mata dari syurga.

Maka, disertai cinta kasih -
dihela  dari kedalaman laut kasih-sayang;
tertawa ria dari rona padang jiwa,
air mata dari kenangan syurga abadi.

(Dari ‘Dam’ah Wa Ibtisamah’ -Setitis Air Mata Seulas Senyuman)

~ Khalil Gibran
Read More..

Rabu, 28 September 2011

PUISI UNTUK IBU

0 komentar
Ibu....
Ini aku anakmu
perempuan yang dulu membebanimu selama sembilan bulan
merampas lelapmu pada malammalam
ketika aku masih menjadi gumpalan daging bernyawa di rahimmu,
pun saat aku pertama kali menghirup nafas di bentang fana ini
setelah kau bertarung antara hidup  mati
Aku hanya mampu memberimu gelisah dan cemas
tapi letihmu tak pernah kudengar sebagai nyanyian keluh

Ibu...
ini aku anakmu
yang bangga menjadi dewasa dalam asuhanmu
sebelum kau lepas aku ke tanah rantau dan kini tengah merindukanmu

Aku ingin pulang
menghitung jumlah kerutan di wajahmu seperti kemarin
telahkah bertambah?
satu garis membuatku mengenang setiap detik dan menit yang kau lalui
untuk aku anakmu
Satu garis membuatku takut menyianyiakan waktu atas baktiku

Esok, lusa, atau nanti
Tuhan pasti akan mengambil salah satu dari kita
aku takut,,,teramat takut jika waktu itu tiba
setetes air susumu belum sempat ku balas
Aku takut teramat sangat takut jika hari itu datang
aku belum sempat mewujudkan mimpimu melihatku memakai toga

Tuhan,,jagalah ibuku
dan terimalah tulus rinduku sebagai jaminan atas doaku..
Read More..

PUISI CINTA NABI YUSUF DAN SITI ZULAIKHA

0 komentar
“Allahumma baariklanaa di Rajab wa Sya’ban Wa Ballighna Ramadhan”,Semoga Allah memberkahi kehidupan kita dibulan-bulan ini untuk berjumpa Ramadhan,Dengan segenap kesiapan ruhiyah, fikriyah,jasadiyah,maliyah dan satukan barisan raih takwa & sambut kemenangan dakwah, Intanshurullah yanshurkum wayutsabbit aqdamakum.

`*•Yaa Rabbi•*´¯)Ajarilah kami bagaimana memberi sebelum meminta,berfikir sebelum bertindak,santun dalam berbicara,tenang ketika gundah,diam ketika emosi melanda,bersabar dalam setiap ujian.Jadikanlah kami orang yg selembut Abu Bakar Ash-Shiddiq,sebijaksana Umar bin Khattab,sedermawan Utsman bin Affan,sepintar Ali bin Abi Thalib,sesederhana Bilal,setegar Khalid bin Walid radliallahu’anhumáƒĤAmiin ya Rabbal’alamin.

Kisah Nabi Yussuf.a.s yang sangat tampan dan Siti Zulaikha ,ibu angkatnya,yang amat mencintai Rasul ALLAH adalah kisah cinta versi Islam yang sangat terkenal.Siti Zulaikha sanggup menabur fitnah kerana cintanya di tolak oleh Nabi Yusof a.s..Sesudah Nabi Yusuf menjadi belia,maka ketampanan wajahnya terserlah.Makin hari,hati Siti Zulaikha tidak tenang.Dirinya sentiasa terfikirkan wajah tampan anak angkatnya itu.Akhirnya kerinduan pada cinta itu membuatkan Siti Zulaikha merencanakan suatu akal.Dia mula memakai pakaian yang mengoda bersama wangian yang semerbak harumnya melangkah ke kamar Nabi Yusuf.a.s. dan menodai Nabi Alllah,yusuf..

Tiba-tiba Zulaiha masuk ke dalam, mendekatinya dengan ramah, dan memegang tangannya sambil menutup pintu kamar. Zulaiha merasakan kegelisahan, ketakutan, dan tak boleh menjawab pandangan kedua mata Yusuf. Ia lalu berpaling ke arah Yusuf, sedangkan Yusuf selalu berusaha menjauh darinya. Isteri al-Aziz kemudian berkata, “Apakah maksud semua ini, hai, Yusuf? Janganlah engkau menjauh dariku, sehingga aku binasa kerana rindu kepadamu”. Yusuf diam tanpa jawapan. Isteri al-Aziz mendekatinya lagi seraya berkata, “Aduhai, Yusuf,betapa indahnya rambutmu!”

Yusuf menjawab, “Inilah sesuatu yang pertama kali akan berhamburan dari tubuhku setelah aku mati”.

“Aduhai, Yusuf, betapa indahnya kedua matamu!” Bujuk isteri al-Azizlagi.

“Keduanya ini adalah benda yang pertama kali akan lepas dari kepalaku dan akan mengalir di muka bumi!”

Isteri al-Aziz berkata lagi, “Betapa tampannya wajahmu, hai, Yusuf”.

“Tanah kelak akan melumatnya,” Jawab Yusuf.

Kemudian Zulaiha berkata kepadanya, “Telah terbuka tubuhku kerana ketampanan wajahmu”.

“Syaitan menolongmu untuk berbuat hal itu!” Kata Yusuf.

“Yusuf! Bagaimanapun aku harus mendapatkan apa yang selama ini kudambakan, dan kini aku datang kerananya”. Kata Zulaiha.

Yusuf menjawab: “Ke manakah aku akan lari dari murka Allah jika aku menderhakaiNya?”

Nabi Yusuf kemudiannya mula menjauh dan melarikan diri dari Isteri Al-Aziz.Zulaikha mengejar dan sempat tangannya mencapai pakaian Yusuf dari arah belakang.Lalu terkoyaklah bajunya(Yusuf).

Zulaikha merasa takut lalu melaporkan hal tersebut kepada suaminya dengan menfitnah mengatakan bahawa dia di nodai Yusof.Tetapi,Al-Aziz tidak mempercayainya kerana sifat jujur Yusuf dan juga bukti yang nyata iaitu baju Yusuf terkoyak di bahagian belakang.

Berita itu tersebar dengan cepat sekali di mesir.Zulaikha merasa malu dan kemudiannya menemui penyelesaian.Dia menjemput para wanita menghadiri suatu majlis di rumahnya.Di atas meja majlis tersebut terdapat buah-buahan dan juga pisau.Tika mereka berborak-borak sambil di tangan mengupas buah,lalu Zulaikha memanggil Yusuf.Yusuf pun keluar.Tiba-tiba,semua mata terpaling pada raut wajah yang sangat tampan itu tanpa sedar arah hangat mengalir dari jari-jemari mereka kerana terpukau dengan raut wajahnya.Yusuf dapat mengagak niat jahat ibu angkatnya lalu bermohon pada ALLAH.Sambil berlindung kepada Allah,

Yusuf berkata,

“Tuhanku! Penjara lebih kusukai daripada memenuhi ajakan mereka kepadaku. Dan jika tidak Allah hindarkan aku dari tipu daya mereka, tentulah aku tertarik kepada mereka. Dan tentulah aku termasuk orang yang jahil”.

Allah meneguhkan hamba-hamba-Nya yang mukmin serta berlindung dan berpegang dengan kebenaran yang diperintahkan oleh-Nya …” Maka, Tuhan memperkenankan doa Yusuf, dan Dia menghindarkan Yusuf dari tipu daya mereka. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Mendengar, Yang Maha Mengetahui”.

Setelah beberapa lama di Yusuf di penjara,Zulaikha mula menyesal atas perbuatannya.Wanita itu bertanyakepada dirinya sendiri: “Salahkah aku tatkala menyuruh al-Aziz memasukkan Yusuf ke dalam penjara? Ya, kuharamkan diriku melihat Yusuf… “Sekali lagi ia berfikir dalam kegelisahannya: “Tetapi, apakah aku bersalah dalam urusan itu?”

Ia menyanggah dirinyasendiri untuk lepas dari azab, seperti seorang dermawan yang haus,tetapi tidak sanggup menjangkau air yang dipikul di bahunya sendiri.Hari demi hari, bulan demi bulan, dan tahun demi tahunberjalan tanpa sunyi dari cerita isteri al-Aziz dengan Yusuf.

Tiba-tiba dengan izin ALLAH , datanglah utusan raja, memerintahkan Al-Aziz untuk datang ke istana. Isteri al-Aziz sangat hairan, sebab hal itu belum terjadisebelumnya. Ia bertanya kepada suaminya apa kira-kira yangmenyebabkan sang raja memanggilnya ke istana.

Al-Aziz menjawab, “Mungkin ada urusan yang berhubungan dengan Yusuf.”

Mendengar nama Yusuf disebut lagi, lenyaplah segala dugaan.Tetapi, benarkah raja hanya berkehendak untuk berbicaradengannya tentang Yusuf?

Dengan penuh pertanyaan di benaknya, pergilah isteri al-Azizmenuju istana raja. Di sana didapatinya wanita-wanita yang telahmemotong tangannya beberapa waktu yang lalu, semuanya menghadapRaja Mesir. Sementara itu, sang raja memandangi wajah parawanita itu satu persatu, kemudian mengajukan pertanyaan singkatkepada wanita-wanita itu: “Bagaimana keadaanmu ketika kamu menggoda Yusuf untuk menundukkan dirinya (kepadamu)?”

Mereka menjawab serentak: “Kami tiada mendapati suatu keburukan padanya (Yusuf)”.

Tiba-tiba, tanpa diminta oleh Raja, isteri al-Azizberbicara. Ia merasa telah tiba saatnya untuk berbicara terus terangperihal itu, agarhilang semua beban dosa kerana tindakan aniayanya terhadapYusuf. Di hadapan Raja, wanita-wanita kota, dan seluruh yang hadir disitu, ia menerangkan:

“Sekarang jelaslah kebenaran itu. Akulahyang menggodanya untuk menundukkan dirinya (kepadaku), dansesungguhnya dia termasuk orang-orang yang benar”.(Yusuf berkata), “Yang demikian itu agar dia (al-Aziz)mengetahui bahawa sesungguhnya aku tidak berkhianat kepadanya dibelakangnya, dan bahawasanya Allah tidak merelai tipudayaorang-orang yang berkhianat. Dan aku tidak membebaskan diriku (darikesalahan), kerana sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepadakejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku.Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun, Maha Penyayang”.

Terjadi perbezaan pendapat tentang kehidupan perempuan ituselanjutnya. Sebahagian orang berpendapat bahawa sejak itu isterial-Aziz hidup bersama kesedihan dan putus asa kerana ingatannyakepada Yusuf. Sebahagian yang lain berpendapat bahawa isterial-Aziz itu akhirnya pindah ke suatu tempat yang jauh, dan tiadakhabar beritanya sama sekali. Yang jelas, kehidupan wanita itumenjadi terganggu, kerana cinta kepada Yusuf.Namun ada yang mengisahkan setelah peristiwa itu Zulaihabertaubat kepada Allah SWT. Ketika Yusuf diutus menjadi Rasul danmenjadi penguasa menggantikan Al-Aziz, Nabi Yusuf berjumpadengan Zulaiha yang ketika itu keadaannya sudah tua. Akhirnya Allahmenjadikan Zulaiha muda remaja dan berkahwin dengan Nabi Yusuf.Maka jadilah Zulaiha sebagai seorang wanita yang solehah yangsentiasa beramal kepada Allah SWT.

Bacalah Surah Yusuf Ayat 4 yang berbunyi:
“Idz Qaala Yuusufu Li Abiihi Yaa Abati Inni Ra Aitu Ahada’ Asyara Kaukabauw
Wasy Syamsa Wai Qamara Ra aituhum Lii Sajidin”

Bermaksudnya:
Ingatlah ketika Yusuf berkata kepada ayahnya,”Wahai Ayahku, sesungguhnya
aku bermimpi melihat sebelas buah bintang, matahari dan bulan kelihatan
semuanya sujud kepadaku…”

Kemudian sambung Surah Thaahaa Ayat 39
“Wa-alqayka ‘alayka mahabbatan minnii walitushna’a'laa ‘ainii”
Bermaksud:
“Dan aku telah melimpahkan kepadamu kasih sayang yang datang dariku, dan
supaya kamu diasuh di bawah pengawasanku.”(Qs.thaahaa:39)
(Kisah Zullaikha ini dapat di baca dalam Al-Qur’an surah Yusuf ayat 21-53)
Read More..

Senin, 26 September 2011

UNTUK IBU PERTIWI

0 komentar
Untuk Ibu Pertiwi ~ Khalil Gibran

Bukit-bukit di negeriku kini tenggelam
Oleh darah dan air mata
Apa yang dapat dilakukan oleh seorang anaknya yang merantau?
Untuk masyarakatnya yang sengsara?
Apa pula gunanya keluh-kesah
Seorang penyair yang sedang tidak di rumah?
Seandainya rakyatku mati dalam pemberontakan menuntut nasibnya,
Aku akan berkata “Mati dalam perjuangan
Lebih mulia dari hidup dalam penindasan”
Tapi rakyatku tidak mati sebagai pemberontak
Kematian adalah satu-satunya penyelamat mereka,
Dan penderitaan adalah tanah air mereka

Ingatlah saudaraku,
Bahawa syiling yang kau jatuhkan
Ke telapak tangan yang menghulur di hadapanmu,
Adalah satu-satunya jambatan yang menghubungkan
Kekayaan hatimu dengan cinta di hati Tuhan.

~ Khalil Gibran  (1833-1931)

Rumah Bangsa – 1MALAYSIA

Kita mulakan langkah baru
mengiringi visi tak terbatas
dari mata jiwa seorang wira bangsa
demi tanah tumpah darah,
mendukung misi ke martabat tertinggi dunia
dengan tapak teguh perpaduan,
dipandang hormat kawan dan lawan.

Ini tugas kita,
hasrat membina rumah bangsa
dengan kudrat pengalaman
terhimpun berdekat lama,
azam tak terpadam,
semangat panas membara.

Lapan pasak kukuh,
menunjang jauh di setiap sudut
berhimpun segala tenaga
mengagih beban dengan saksama.

Lapan mata tangga,
lurus bertingkat diukur sama
berganding bahu melangkah sempurna.

Lapan pintu terbuka,
menyambut girang warga setia
ikhlas bertindak, rendah jiwa,
mengukuh wasilah setiap masa.

Lapan jendela bertabir mesra,
membiar semilir jujur menyapa
dada sarat menakung janji,
menyirat ikatan penuh percaya
hati menerima penuh rela.

Lapan penjuru berlantai rata,
bersimpuh tenang menyingkap rahsia
membuka luas mata dan minda,
mencari landasan menakluki dunia
jangan bangsa mudah terpedaya.

Lapan tiang berdiri sempurna,
walau diterjah badai sengsara
tabah bertahan meredah masa
semangat tak luntur setapak tak undur
berjuang bagai seorang satria.

Kita bumbungkan rumah ini
dengan impian gemerlapan
kita palitkan warna damai perpaduan
kita terangi dengan kerlipan cahaya ilmu
kita bukakan pintu biar tetangga bertamu
kita hidang segala bakti untuk yang perlu
kita hiasinya segala termampu
kita namakan 1Malaysia,
terhimpun di dalamnya
segala amanah menuntut keringat semua.

Di bahu kitalah segalanya tersirat
memikul lapan tiang utama
visi dan misi wira negara.

Cemerlang bertindak, usaha berganda,
tepat sasaran tinggi nilainya.
Ketabahan dipupuk menahan dugaan,
sabar mendaki liku rintangan.
Menyusur reba tunduk berisi,
rendah hati menambat mesra.
Mengukur hajat biar sepadan,
menerima dengan lapang dada.
Setia bertempat bijak mentafsir,
jauhkan diri mengikut hati.
Keupayaan dijulang, meritokrasi dilaksana,
adil bertindak menegak yang hak.
Ilmu ditimba menambah khazanah,
jalan utama dipandang mulia.
Jujur mengatur lidah,
berani kerana benar, integriti teras jati diri.

Mari kita pelihara rumah ini,
kita suburkan halamannya
dengan bunga janji mekar mewangi
biar ia bertambah seri,
warisan penentu generasi muka
1Malaysia lestarikan dijiwa,
sepanjang hayat membangun nusa.

Baha Wahab
Kulai Jaya ? Istana Budaya.


Tiada Kau Berdosa – Datuk Ahmad A. Talib


Tiada kau berdosa pada ku,
Tiada kau berdosa pada Melayu,
Tapi ingin ku tahu,
Bagaimana Melayu tanpamu,
Tiada kau leter tidak menentu,
Tiada kau puji dengan melulu,
Tiada kau marah tanpa periksa dahulu,
Read More..

PUISI DUNIA

0 komentar
Menjelang Tibanya Tangis Pertamamu


Anakku
ketika kunantikan saat kelahiranmu
bersama tangis sendu yang melemas rindu
terasa waktu berganjak terlalu lambat
sehingga kadangkala kurasakan
debar dan cemas itu
saling datang pergi membawa segala

Anakku
dalam lambatnya waktu yang tiba
kutanam harapan setinggi gunung
betapapun taufan dan badai silih berganti
menghempap duka dan seksa di hati
namun ia tidak terasa lagi
hanya sekadarkan yang datang itu
bagai elus lembut angin laut membujuk
membisik sebuah rindu dan kasih saying
menjelang tiba tangis pertamamu yang panjang

Akhirnya kau pun datang anakku
dengan penuh keredaan pada yang merestuinya
betapa tangan kecilmu tergapai-gapai
bersama tangis nyaring mengusik hati
dan penderitaan selama menantimu pun
tenggelam sudah dalam wajah comelmu yang merah jambu

Papamu di seberang
menerima kehadiranmu dengan syukur segala rasa
menjamahmu dengan gamit sebuah bahagia
bersamanya ada doa seluas lautan
bersamanya juga terbina harapan menjangkau awan
agar dewasamu nanti
menjadi teras sebuah impian
buat mama, papa dan keluarga

Demikian anakku
impian suci mama papamu
di saat menjelangnya tangis pertamamu
darimu yang menguntum segala

Indas
Julai 1987

~buat Firuz Akhtar

(Dikutip dari Bunga Rampai Sastera Parsi)
Tiada kau tangisi tanpa sesuatu,

Sebenarnya,
Perdana Menteriku,
Kata-katamu pedomanku,
Tingkah lakumu teladan bagiku,

Sebenarnya,
Perdana Menteriku,
Kaulah inspirasiku.

Datuk Ahmad A. Talib
-dedikasi buat Dr M


Tiada Tajuk


Haramlah semua yang asyik
memandangkan selain Dia
jika wujud Tuhan dan cahayaNya
memancarlah sinar terang
segala yang kukatakan ini tiada
selain Kau satu semata
dariMu segala yang lain ini
lahir menjelang rupanya

~ Muhyi al-Din Ibn al-Arabi

(Sastera Sufi, sebuah antologi)



Dapatkah Kudekapmu ~ Kemala




Dapatkah kudekapmu di detik ini
dalam samar mata
waktu usia direcup uban muda
alpa tiba bagai kenangan
tiba menunda memukul dada.

Dapatkah kudekapmu di detik ini
waktu bulan samar di pucat musim
usia bak perjalanan
mengenal terminal malam
obor malam berbalam
berpuput angin tengah benua.

Dapatkah kudekapmu di detik ini
bagai hangat kelmarin memecah wajah
waktu hati mudalela
cendekia melayang sesaat
indah hanyamu mawar segala
pada setiap sudut kata
mata rohani menyambar hangat
tak kuacuh sapaan malaikat.

Dapatkah kudekapmu lagi di detik ini
bulan kasih selembut angin
sutra hati bergetar aneh
bibirmu madu
mencumbu syahdu.

Dapatkah kudekapmu lagi di detik ini
bagai pemuda alKahfi
dipilih Ilahi
memaut imani
waktu pantas menyihir seni
cinta tinggal terkapai
di pentas, selengkung bulan rawan.

Kemala
Condet, Pulau Jawa
Januari 2001
(ZIARAH TANAH KUDUP, 2006:38-39)


Aida Di Tengah Malam ~ Anna Abadi

(Dedikasi khusus buat dirinya)

Di tengah malam yang hening
kala mata sudah kuyu
atau memang sudah pun terlena
enak dibuai mimpi indah
dia masih setia di sini
berteduh di Teratak ini…

Celoteh tanpa suaranya menemani
mereka yang keseorangan
mereka yang perlu berteman
mungkin juga bergurau senda
dengan si ‘dahan a.k.a dd’ penjaga masa
adakalanya dia bersendirian
namun tetap setia di sini…
berteduh di Teratak ini…

Kenapa di malam hening?
lewat dinihari menyapa…
kenapa tidak di kala malam muda?
ohh..jangan salahkannya
beza masa benua Eropah-Asia
5 jam kita mendahuluinya….

Aida di tengah malam
jari-jemari tetap setia menaip
kata-kata buat 2-3 Teratakian
yang masih segar terjaga
samada benar belum terlelap
atau turut berada di perangkap masa
yang berlainan waktu siang dan malamnya
dari bumi Malaysia tercinta

Aida di tengah malam
walau kehadirannya sebentar cuma
sementara menemani trip ayah
seminggu di bumi Hitler
tetap mencuri perhatianku
dia kugelar Aida di tengah malam
sesuai dengan karektornya
yang istimewa dan mencuit hati
Aida yang pasti dirindui…..

Aida di tengah malam
semoga kembalimu ke tanahair
menjadi Aida di tengah siang
jangan terus menyepi…..
Teratak ini pasti sunyi…

Anna Abadi
18 April 2004


Puisi Chairil Anwar – Tak Sepadan


Aku kira:
Beginilah nanti jadinya
Kau kawin, beranak dan berbahagia
Sedang aku mengembara serupa Ahasveros

Dikutuk-sumpahi Eros
Aku merangkaki dinding buta
Tak satu juga pintu terbuka

Jadi baik juga kita padami
Unggunan api ini
Karena kau tidak ‘kan apa-apa
Aku terpanggang tinggal rangka

Chairil Anwar
Februari 1943
Read More..
 
Copyright 2011 @ Wiwin-Saputra!
Design by Wordpress Manual | Bloggerized by Free Blogger Template and Blog Teacher | Powered by Blogger