Kamis, 29 September 2011

NYANYIAN HUJAN

0 komentar
Aku ini percikan benang-benang perak yang dihamburkan dari syurga oleh dewa-dewa.
Alam raya kemudian meraupku, bagi menyirami ladang dan lembahnya.

Aku ini taburan mutiara, yang dipetik dari mahkota Raja Ishtar, oleh puteri Fajar,
untuk menghiasi taman-taman mayapada.

Pabila kuurai air mata, bukit-bukit tertawa;
Pabila aku meniup rendah, bunga-bunga gembira,
Dan bila aku menunduk, segalanya cerah-ceria.

Ladang dan awan mega berkasih-mesra,
Di antara mereka aku pembawa amanat setia,
Yang satu kulepas dari dahaga,
Yang lain kuubati dari luka.

Suara guruh mengkhabarkan kedatanganku
Pelangi di langit menghantar pemergianku,
Bagai kehidupan duniawi, diriku,
Dimulakan pada kaki kekuatan alam,
Dan diakhiri di bawah sayap kematian.

Aku muncul dari dalam jantung samudera,
Melayang tinggi bersama pawana,
Pabila kulihat ladang memerlukanku,
Aku turun, kubelai mesra bunga-bunga dan pepohonan
Dalam berjuta cara.

Jemariku lembut bermain pada jendela-jendela kaca
Dan berita yang kubawa membawa bahagia,
Semua orang dapat mendengarnya, namun hanya yang peka,
Dapat memahami maknanya.

Panas udara melahirkan aku,
Namun sebagai balasannya aku membunuhnya,
Laksana wanita yang mengungguli jejaka,
Dengan kekuatan yang dihisap daripadanya.

Diriku helaan nafas samudera
Gelak tertawa padang ladang,
Dan cucuran air mata dari syurga.

Maka, disertai cinta kasih -
dihela  dari kedalaman laut kasih-sayang;
tertawa ria dari rona padang jiwa,
air mata dari kenangan syurga abadi.

(Dari ‘Dam’ah Wa Ibtisamah’ -Setitis Air Mata Seulas Senyuman)

~ Khalil Gibran
Read More..

SYAIR TERKENAL

0 komentar
Syair berasal dari Arab yang artinya puisi (sajak). Dalam kesusastraan Indonesia, syair berarti puisi lama yang terdiri atas empat baris per bait, memiliki rima / a a a a /. Semua baris merupakan isi dan biasanya tidak selesai dalam saty bait karena digunakan untuk bercerita.

Berikut ini contoh syair terkenal:

# Contoh 1

"Syair Ken Tambuhan" yang termasuk salah satu jenis syair dalam puisi Melayu Lama.


Lalulah berjalan Ken Tambuhan
diiringkah penglipur dengan tadahan
lemah lembut berjalan pelahan-lahan
lakunya manis memberi kasihan

Tunduk menangis segala puteri
Masing-masing berkata sama sendiri
Jahatnya perangai permaisuri
Lakunya seperti jin dan peri


# Contoh 2

Syair Johan Malikan koleksi Muhammad Jufri Cek Jon, yang dicetak di Bombay dan dikenal di Palembang.


Harganya murah ayuhai akhwan
tawar menawar boleh ketahuan
tiadalah tinggi wahai bangsawan
dengan yang patut Tuan tawarkan

Adat berniaga demikian itulah
tawar menawar bukanlah salah
dengan yang patut Tuan khabarlah
dapat ta'dapat dicobakanlah


# Contoh 3

Syair Abdul Muluk


Berhentilah kisah raja Hindustan
Tersebutlah pula suatu perkataan
Abdul Hamid Syah Paduka Sultan
Duduklah Baginda bersuka-sukaan

Abdul Muluk putera Baginda
Besarlah sudah bangsa muda
Cantik menjelis usulnya syahda
Tiga belas tahun umurnya ada

Parasnya elok amat sempurna
Petak majelis bijak laksana
Memberi hati bimbang gulana
Kasih kepadanya mulia dan hina




Seri Negeri gelaran diberi.
  Sebuah pulau cantik berseri;
  Bernaung dibawah sebuah negeri,
  Raja berdaulat Paduka Seri. .......( rangkap pertama)

                           Lautnya biru pantainya indah,
                           Makam Mahsuri lagenda sejarah;
                           Puteri Melayu tak mudah menyerah,
                           Tujuh keturunan dimakan sumpah. ...(rangkap kedua)

                                                           Pulau lagenda dimakan sumpah,
                                                           Tujuh keturunan tamatlah sudah;
                                                           Kini makmur melimpah ruah,
                                                           Semua penghuni tersenyum megah. ....(rangkap ketiga)
Read More..

Rabu, 28 September 2011

KATA MUTIARA ISLAMI

0 komentar
Kata kata mutiara islam tentang kalbu cinta dan kehidupam islami dikala hati dalam kegelisahan dan kata mutiara islam yang begitu mendalam di hati Kumpulan kata-kata mutiara islami yang saya kumpulkan dari berbagai sumber, semoga dapat menjadi insfirasi dan motivasi juga dapat menambah pembendaharaan kosa kata kita semua, khususnya buat saya pribadi mudah2an dapat menjadi penyejuk hati yang kekeringan akan sebuah ilmu. Kata kata mutiara islam tentang kalbu cinta dan kehidupam islami dikala hati dalam kegelisahan dan kata mutiara islam yang begitu mendalam di hati Kata kata Mutiara Islam

* Perbanyaklah kamu mengingat mati, karena hal itu bisa membersihkan dosa dan menyebabkan kamu zuhud atau tidak cinta kepada dunia.(Rasulullah) Kata kata Mutiara Islam

* Keluarlah dari dirimu dan serahkanlah semuanya pada Allah, lalu penuhi hatimu dengan Allah. Patuhilah kepada perintahNya, dan larikanlah dirimu dari laranganNya, supaya nafsu badaniahmu tidak memasuki hatimu, setelah itu keluar, untuk membuang nafsu-nafsu badaniah dari hatimu, kamu harus berjuang dan jangan menyerah kepadanya dalam keadaan bgaimanapun juga dan dalam tempo kapanpun juga.(Syekh Abdul Qodir al-Jaelani) Kata kata Mutiara Islam

* Berteman dengan orang bodoh yang tidak mengikuti ajakan hawa nafsunya adalah lebih baik bagi kalian, daripada berteman dengan orang alim tapi selalu suka terhadap hawa nafsunya.(Ibnu Attailllah as Sakandari)

* Orang yang suka berkata jujur akan mendapatkan 3 hal, yaitu : KEPERCAYAN, CINTA dan RASA HORMAT (Sayidina Ali bin Abi Thalib)

* Ketahuilah bahwa sabar, jika dipandang dalam permasalahan seseorang adalah ibarat kepala dari suatu tubuh. Jika kepalanya hilang maka keseluruhan tubuh itu akan membusuk. Sama halnya, jika kesabaran hilang, maka seluruh permasalahan akan rusak. (Sayidina Ali bin Abi Thalib) Kata kata Mutiara Islam

* Kejahatan yang dibalas dengan kejahatan pula adalah sebuah akhlaq ular, dan kalau kebajikan dibalas dengan kejahatan itulah akhlaq buaya, lalu bila kebajikan dibalas dengan kebajkan adalah akhlaq anjing, tetapi kalau kejahatan dibalas dengan kebajikan itulah akhlaq manusia.(Nasirin) Kata kata Mutiara Islam

* Ilmu itu lebih baik daripada harta. Ilmu akan menjaga engkau dan engkau menjaga harta. Ilmu itu penghukum (hakim) sedangkan harta terhukum. Kalau harta itu akan berkurang apabila dibelanjakan, tetapi ilmu akan bertambah apabila dibelanjakan.(Sayidina Ali bin Abi Thalib) Kata kata Mutiara Islam

* Sabar memiliki dua sisi, sisi yang satu adalah sabar, sisi yang lain adalah bersyukur kepada

Allah. (Ibnu Mas’ud)

* Takutlah kamu akan perbuatan dosa di saat sendirian, di saat inilah saksimu adalah juga hakimmu. (Ali bin Abi Thalib)

* Orang yang paling aku sukai adalah dia yang menunjukkan kesalahanku.(Umar bin Khattab)

* Niat adalah ukuran dalam menilai benarnya suatu perbuatan, oleh karenanya, ketika niatnya benar, maka perbuatan itu benar, dan jika niatnya buruk, maka perbuatan itu buruk. (Imam An Nawawi) Kata kata Mutiara Islam

* Aku mengamati semua sahabat, dan tidak menemukan sahabat yang lebih baik daripada menjaga lidah. Saya memikirkan tentang semua pakaian, tetapi tidak menemukan pakaian yang lebih baik daripada takwa. Aku merenungkan tentang segala jenis amal baik, namun tidak mendapatkan yang lebih baik daripada memberi nasihat baik. Aku mencari segala bentuk rezki, tapi tidak menemukan rezki yang lebih baik daripada sabar. (Umar bin Kattab) Kata kata Mutiara Islam

* Dia yang menciptakan mata nyamuk adalah Dzat yang menciptakan matahari.(Bediuzzaman Said Nursi) Kata kata Mutiara Islam

* Penderitaan jiwa mengarahkan keburukan. Putus asa adalah sumber kesesatan; dan kegelapan hati, pangkal penderitaan jiwa.(Bediuzzaman Said Nursi) Kata kata Mutiara Islam

* Kebersamaan dalam suatu masyarakat menghasilkan ketenangan dalam segala kegiatan masyarakat itu, sedangkan saling bermusuhan menyebabkan seluruh kegiatan itu mandeg.(Bediuzzaman Said Nursi)

* Menghidupkan kembali agama berarti menghidupkan suatu bangsa. Hidupnya agama berarti cahaya kehidupan.(Bediuzzaman Said Nur)

* Orang yang terkaya adalah orang yang menerima pembagian (taqdir) dari Allah dengan senang hati.(Ali bin Husein)
*Kata kata Mutiara Islam
* Seseorang yang melihat kebaikan dalam berbagai hal berarti memiliki pikiran yang baik. Dan seseoran yang memiliki pikiran yang baik mendapatkan kenikmatan dari hidup.(Bediuzzaman Said Nur)

* Pangkal dai semua kebaikan di dunia maupun di akhirat adalah taqwa kepada Allah.(Abu Sualeman Addarani) Kata kata Mutiara Islam

Bagi seorang muslim dan beriman, cnta terbesar dan cinta hakiki ialah cinta kepada Allah. Bentuk cinta dapat kita wujudkan dalam berbagai rupa tanpa batas ruang dan waktu dan kepada siapa atau apa saja asalkan semuanya bersumber dari kecintaan kita kepada Allah dan karena menggapai ridha-Nya.
Read More..

PUISI UNTUK IBU

0 komentar
Ibu....
Ini aku anakmu
perempuan yang dulu membebanimu selama sembilan bulan
merampas lelapmu pada malammalam
ketika aku masih menjadi gumpalan daging bernyawa di rahimmu,
pun saat aku pertama kali menghirup nafas di bentang fana ini
setelah kau bertarung antara hidup  mati
Aku hanya mampu memberimu gelisah dan cemas
tapi letihmu tak pernah kudengar sebagai nyanyian keluh

Ibu...
ini aku anakmu
yang bangga menjadi dewasa dalam asuhanmu
sebelum kau lepas aku ke tanah rantau dan kini tengah merindukanmu

Aku ingin pulang
menghitung jumlah kerutan di wajahmu seperti kemarin
telahkah bertambah?
satu garis membuatku mengenang setiap detik dan menit yang kau lalui
untuk aku anakmu
Satu garis membuatku takut menyianyiakan waktu atas baktiku

Esok, lusa, atau nanti
Tuhan pasti akan mengambil salah satu dari kita
aku takut,,,teramat takut jika waktu itu tiba
setetes air susumu belum sempat ku balas
Aku takut teramat sangat takut jika hari itu datang
aku belum sempat mewujudkan mimpimu melihatku memakai toga

Tuhan,,jagalah ibuku
dan terimalah tulus rinduku sebagai jaminan atas doaku..
Read More..

PUISI CINTA NABI YUSUF DAN SITI ZULAIKHA

0 komentar
“Allahumma baariklanaa di Rajab wa Sya’ban Wa Ballighna Ramadhan”,Semoga Allah memberkahi kehidupan kita dibulan-bulan ini untuk berjumpa Ramadhan,Dengan segenap kesiapan ruhiyah, fikriyah,jasadiyah,maliyah dan satukan barisan raih takwa & sambut kemenangan dakwah, Intanshurullah yanshurkum wayutsabbit aqdamakum.

`*•Yaa Rabbi•*´¯)Ajarilah kami bagaimana memberi sebelum meminta,berfikir sebelum bertindak,santun dalam berbicara,tenang ketika gundah,diam ketika emosi melanda,bersabar dalam setiap ujian.Jadikanlah kami orang yg selembut Abu Bakar Ash-Shiddiq,sebijaksana Umar bin Khattab,sedermawan Utsman bin Affan,sepintar Ali bin Abi Thalib,sesederhana Bilal,setegar Khalid bin Walid radliallahu’anhumáƒĤAmiin ya Rabbal’alamin.

Kisah Nabi Yussuf.a.s yang sangat tampan dan Siti Zulaikha ,ibu angkatnya,yang amat mencintai Rasul ALLAH adalah kisah cinta versi Islam yang sangat terkenal.Siti Zulaikha sanggup menabur fitnah kerana cintanya di tolak oleh Nabi Yusof a.s..Sesudah Nabi Yusuf menjadi belia,maka ketampanan wajahnya terserlah.Makin hari,hati Siti Zulaikha tidak tenang.Dirinya sentiasa terfikirkan wajah tampan anak angkatnya itu.Akhirnya kerinduan pada cinta itu membuatkan Siti Zulaikha merencanakan suatu akal.Dia mula memakai pakaian yang mengoda bersama wangian yang semerbak harumnya melangkah ke kamar Nabi Yusuf.a.s. dan menodai Nabi Alllah,yusuf..

Tiba-tiba Zulaiha masuk ke dalam, mendekatinya dengan ramah, dan memegang tangannya sambil menutup pintu kamar. Zulaiha merasakan kegelisahan, ketakutan, dan tak boleh menjawab pandangan kedua mata Yusuf. Ia lalu berpaling ke arah Yusuf, sedangkan Yusuf selalu berusaha menjauh darinya. Isteri al-Aziz kemudian berkata, “Apakah maksud semua ini, hai, Yusuf? Janganlah engkau menjauh dariku, sehingga aku binasa kerana rindu kepadamu”. Yusuf diam tanpa jawapan. Isteri al-Aziz mendekatinya lagi seraya berkata, “Aduhai, Yusuf,betapa indahnya rambutmu!”

Yusuf menjawab, “Inilah sesuatu yang pertama kali akan berhamburan dari tubuhku setelah aku mati”.

“Aduhai, Yusuf, betapa indahnya kedua matamu!” Bujuk isteri al-Azizlagi.

“Keduanya ini adalah benda yang pertama kali akan lepas dari kepalaku dan akan mengalir di muka bumi!”

Isteri al-Aziz berkata lagi, “Betapa tampannya wajahmu, hai, Yusuf”.

“Tanah kelak akan melumatnya,” Jawab Yusuf.

Kemudian Zulaiha berkata kepadanya, “Telah terbuka tubuhku kerana ketampanan wajahmu”.

“Syaitan menolongmu untuk berbuat hal itu!” Kata Yusuf.

“Yusuf! Bagaimanapun aku harus mendapatkan apa yang selama ini kudambakan, dan kini aku datang kerananya”. Kata Zulaiha.

Yusuf menjawab: “Ke manakah aku akan lari dari murka Allah jika aku menderhakaiNya?”

Nabi Yusuf kemudiannya mula menjauh dan melarikan diri dari Isteri Al-Aziz.Zulaikha mengejar dan sempat tangannya mencapai pakaian Yusuf dari arah belakang.Lalu terkoyaklah bajunya(Yusuf).

Zulaikha merasa takut lalu melaporkan hal tersebut kepada suaminya dengan menfitnah mengatakan bahawa dia di nodai Yusof.Tetapi,Al-Aziz tidak mempercayainya kerana sifat jujur Yusuf dan juga bukti yang nyata iaitu baju Yusuf terkoyak di bahagian belakang.

Berita itu tersebar dengan cepat sekali di mesir.Zulaikha merasa malu dan kemudiannya menemui penyelesaian.Dia menjemput para wanita menghadiri suatu majlis di rumahnya.Di atas meja majlis tersebut terdapat buah-buahan dan juga pisau.Tika mereka berborak-borak sambil di tangan mengupas buah,lalu Zulaikha memanggil Yusuf.Yusuf pun keluar.Tiba-tiba,semua mata terpaling pada raut wajah yang sangat tampan itu tanpa sedar arah hangat mengalir dari jari-jemari mereka kerana terpukau dengan raut wajahnya.Yusuf dapat mengagak niat jahat ibu angkatnya lalu bermohon pada ALLAH.Sambil berlindung kepada Allah,

Yusuf berkata,

“Tuhanku! Penjara lebih kusukai daripada memenuhi ajakan mereka kepadaku. Dan jika tidak Allah hindarkan aku dari tipu daya mereka, tentulah aku tertarik kepada mereka. Dan tentulah aku termasuk orang yang jahil”.

Allah meneguhkan hamba-hamba-Nya yang mukmin serta berlindung dan berpegang dengan kebenaran yang diperintahkan oleh-Nya …” Maka, Tuhan memperkenankan doa Yusuf, dan Dia menghindarkan Yusuf dari tipu daya mereka. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Mendengar, Yang Maha Mengetahui”.

Setelah beberapa lama di Yusuf di penjara,Zulaikha mula menyesal atas perbuatannya.Wanita itu bertanyakepada dirinya sendiri: “Salahkah aku tatkala menyuruh al-Aziz memasukkan Yusuf ke dalam penjara? Ya, kuharamkan diriku melihat Yusuf… “Sekali lagi ia berfikir dalam kegelisahannya: “Tetapi, apakah aku bersalah dalam urusan itu?”

Ia menyanggah dirinyasendiri untuk lepas dari azab, seperti seorang dermawan yang haus,tetapi tidak sanggup menjangkau air yang dipikul di bahunya sendiri.Hari demi hari, bulan demi bulan, dan tahun demi tahunberjalan tanpa sunyi dari cerita isteri al-Aziz dengan Yusuf.

Tiba-tiba dengan izin ALLAH , datanglah utusan raja, memerintahkan Al-Aziz untuk datang ke istana. Isteri al-Aziz sangat hairan, sebab hal itu belum terjadisebelumnya. Ia bertanya kepada suaminya apa kira-kira yangmenyebabkan sang raja memanggilnya ke istana.

Al-Aziz menjawab, “Mungkin ada urusan yang berhubungan dengan Yusuf.”

Mendengar nama Yusuf disebut lagi, lenyaplah segala dugaan.Tetapi, benarkah raja hanya berkehendak untuk berbicaradengannya tentang Yusuf?

Dengan penuh pertanyaan di benaknya, pergilah isteri al-Azizmenuju istana raja. Di sana didapatinya wanita-wanita yang telahmemotong tangannya beberapa waktu yang lalu, semuanya menghadapRaja Mesir. Sementara itu, sang raja memandangi wajah parawanita itu satu persatu, kemudian mengajukan pertanyaan singkatkepada wanita-wanita itu: “Bagaimana keadaanmu ketika kamu menggoda Yusuf untuk menundukkan dirinya (kepadamu)?”

Mereka menjawab serentak: “Kami tiada mendapati suatu keburukan padanya (Yusuf)”.

Tiba-tiba, tanpa diminta oleh Raja, isteri al-Azizberbicara. Ia merasa telah tiba saatnya untuk berbicara terus terangperihal itu, agarhilang semua beban dosa kerana tindakan aniayanya terhadapYusuf. Di hadapan Raja, wanita-wanita kota, dan seluruh yang hadir disitu, ia menerangkan:

“Sekarang jelaslah kebenaran itu. Akulahyang menggodanya untuk menundukkan dirinya (kepadaku), dansesungguhnya dia termasuk orang-orang yang benar”.(Yusuf berkata), “Yang demikian itu agar dia (al-Aziz)mengetahui bahawa sesungguhnya aku tidak berkhianat kepadanya dibelakangnya, dan bahawasanya Allah tidak merelai tipudayaorang-orang yang berkhianat. Dan aku tidak membebaskan diriku (darikesalahan), kerana sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepadakejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku.Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun, Maha Penyayang”.

Terjadi perbezaan pendapat tentang kehidupan perempuan ituselanjutnya. Sebahagian orang berpendapat bahawa sejak itu isterial-Aziz hidup bersama kesedihan dan putus asa kerana ingatannyakepada Yusuf. Sebahagian yang lain berpendapat bahawa isterial-Aziz itu akhirnya pindah ke suatu tempat yang jauh, dan tiadakhabar beritanya sama sekali. Yang jelas, kehidupan wanita itumenjadi terganggu, kerana cinta kepada Yusuf.Namun ada yang mengisahkan setelah peristiwa itu Zulaihabertaubat kepada Allah SWT. Ketika Yusuf diutus menjadi Rasul danmenjadi penguasa menggantikan Al-Aziz, Nabi Yusuf berjumpadengan Zulaiha yang ketika itu keadaannya sudah tua. Akhirnya Allahmenjadikan Zulaiha muda remaja dan berkahwin dengan Nabi Yusuf.Maka jadilah Zulaiha sebagai seorang wanita yang solehah yangsentiasa beramal kepada Allah SWT.

Bacalah Surah Yusuf Ayat 4 yang berbunyi:
“Idz Qaala Yuusufu Li Abiihi Yaa Abati Inni Ra Aitu Ahada’ Asyara Kaukabauw
Wasy Syamsa Wai Qamara Ra aituhum Lii Sajidin”

Bermaksudnya:
Ingatlah ketika Yusuf berkata kepada ayahnya,”Wahai Ayahku, sesungguhnya
aku bermimpi melihat sebelas buah bintang, matahari dan bulan kelihatan
semuanya sujud kepadaku…”

Kemudian sambung Surah Thaahaa Ayat 39
“Wa-alqayka ‘alayka mahabbatan minnii walitushna’a'laa ‘ainii”
Bermaksud:
“Dan aku telah melimpahkan kepadamu kasih sayang yang datang dariku, dan
supaya kamu diasuh di bawah pengawasanku.”(Qs.thaahaa:39)
(Kisah Zullaikha ini dapat di baca dalam Al-Qur’an surah Yusuf ayat 21-53)
Read More..

PANTUN MELAYU (2)

0 komentar

Orang yang tiada berisi disindir pemantun dengan sanjaknya.

Ramai wayang main dipanggong
Panglima besar kena pasong
Tuan laksana buah kedempong
Luar berisi dalam kosong.


Dalam masyarakat lampau sampai kini permaduan dalam kalangan bangsa kita adalah suatu soal yang tiada habis-habisnya habis rata orang membicarakannya demikian juga pujangga-pujangga tiada ketinggalan, beliau merasa kesusahan permaduan sedalam-dalamnya seraya bernyanyi:

Kapal masuk ke Pulau Pinang
Singgah berlabuh diujung tanjung
Macam mana hati nak senang
Satu sangkar dua burung?


Sebuah lagu madu itu tiada tahan, tetapi tiada kekuatan hendak mengungkit tali-perkawinan maka menangislah ia dalam pantun:

Orang berbuai laju-laju
Hendak sampai keseberang
Buangkan sahaja bertentu-tentu
Bagai mayang dengan seludang.


Pujangga pemantun telah mengupas dan menyesali permaduan sebagai caranya dan kupasan serta sesalan tiadakah hilang-hilang, hidup terus dalam sanubari anak Melayu selagi pantun menguasai kesenian Melayu.

Kejadian yang sulit-sulit dalam rumah tanggapun tiada lepas dari perhatian pujangga-pantun, tambahan pula masyarakat lampau itu kecil, sesuatu kejadian lekas tersebarnya, maka datanglah pertanyaan halus-pedas yang dinyanyikan diumum:

Buah berembang, buah bedadar
Masakan seruntai, dua runtai
Bersubang disangka dara
Bagai mumbang ditebuk tupai.


Mereka yang bukan jauhari tiadalah pantun ini melinggis dia, tetapi yang ahli hanguslah menjadi abu.

Alangkah bagusnya aturan katanya ini, tiada sebuahpun yang melampaui batas, sepatah katapun tiada yang melanggar ketertiban, semuanya halus-manis, tetapi anak dara yang dalam pantun ini tiadalah mungkin diam lagi dalam kampung itu. Umum telah mengetahui halnya.

Demikian juga halnya dengan orang yang kikir, bakhil, dicerca serta disindir pujangga pantun kalam mereka menghambat segala lapis-an masyarakat tiada perduli kaya-miskin, pada mereka sama saja.

Beginilah sindiran untuk orang kaya tetapi sayang dan takut mengeluarkan duitnya:

Tikar pucuk tikar mengkuang
Pakaian raja anak Melayu
Ikan busuk jangan dibuang
Buat perencana taruk kayu.


Anak Melayu itu banyak merantau ke negeri orang tetapi hati itu lekas juga ke tanah air dan di rantau orang itu banyaklah pantun yang lahir, pukul rata pantun dagang ini amat sedih, mengandung keibaan hati akan halaman tempat main dan tepian tempat mandi dan sahabat-hati yang tinggal menunggu. Di sinilah derajat pantun naik sumarak setinggi-tingginya yang menakjubkan ahli-ahli bahasa.

Dalam pantun dagang itu banyak tersisip pantun kasih. Tuan dengarkah:

Sianggit paku lembayung
Gelenggang ada, dibawah budak
Menangis merengkuh dayung
Hendak pulang beremas tidak.


Alangkah susahnya pemuda ini di negeri orang, memburuh, menjadi anak perahu, berdayung hilir-mudik, membanting tulang, tetapi tinggal miskin juga.

Tetapi di rantau orang itu mungkin juga mengharum bunga kasih, tetapi panggilan tanah air itu Iebih kuat dan Ialulah pemuda itu pulang, meninggalkan kekasih di rantau itu, seperti kata pantun:

Hempaskan mentimun dendang
Kerantung beri bertali
Lepaskan dagang ‘nak pulang
Kalau untung ia kembali.


Kasih itu tiada putus, badan boleh hilang lenyap, hancur luluh, nyawa mungkin putus-terbang, tetapi kasih tidak, abadi, dari dunia sampai ke akhirat.

Berlagu pujangga:

Orang Jawa pulang ke Jawa
Membawa pulang tiang bersambung
Badan terletak putuslah nyawa
Nyawa tidak dapat dihubung.


Tetapi kasih itu hidup, pujangga pantun tiada puas bahwa dengan kematian badan itu turut pula mati kasih sayang, titiklah dari kalam mereka pantun-keyakinan yang berdiri melawan masa dan waktu, kepercayaan dan keputusan, yang berbunyi:

Kalau tuan mudik ke hulu
Carikan saya bunga kemboja
Kalau tuan mati dahulu
Nantikan saya di pintu sorga.
Read More..

Senin, 26 September 2011

LAMBANG PANTUN MELAYU

0 komentar
Lambang-Lambang dalam Pantun Melayu

Dalam makalah ini, penulis membicarakan salah satu bentuk puisi Melayu lama, yaitu pantun. Kesimpulannya adalah sampiran pantun Melayu kebanyakan menggambarkan alam, lambang-lambang yang terkandung di dalam pantun pun berasal dari alam. Hal itu memperlihatkan dekatnya hubungan pendukung seni pantun dengan alam. Untuk menafsirkan lambang-lambang dalam pantun diperlukan kepiawaian dan kecermatan mengenali lambang-lambang dalam kebudayaan Melayu.

Pantun merupakan bentuk puisi dalam kesusastraan Melayu yang paling luas dikenal. Pada masa lalu pantun digunakan untuk melengkapi pembicaraan sehari-hari. Sekarang pun sebagian besar masyarakat Melayu di pedesaan masih menggunakannya. Pantun dipakai oleh para pemuka adat dan tokoh masyarakat dalam pidato, oleh para pedagang yang menjajakan dagangannya, oleh orang yang ditimpa kemalangan, dan oleh orang yang ingin menyatakan kebahagiaan.



Ada sebuah pantun yang melukiskan betapa pentingnya bentuk puisi lama ini dipakai dalam kehidupan masyarakat Melayu Riau. Pantun tersebut berbunyi:



Secantik seelok inilah parak

Tak berdasun barang sebuah

Secantik seelok inilah awak

Tak berpantun barang sebuah



Berbagai pendapat mengenai asal dan makna pantun dikemukakan di sini. Ada yang berpendapat bahwa makna pantun sama dengan “umpama” dalam masyarakat Batak. Sementara ada yang berpendapat bahwa kata pantun berasal dari pa-tuntun (pa-tuntun = penuntun), sebagaimana dikemukakan oleh Zuber Usman1). Sementara itu A. A. Navis (1985) dalam bukunya Alam Terkembang Jadi Guru menjelaskan bahwa perubahan bunyi pa-tuntun menjadi “pantun” adalah hal yang lazim dalam bahasa Melayu dan Minangkabau, seperti halnya kata “rumput-rumput” menjadi “rerumput” dan “laki-laki” menjadi “lelaki”. Beberapa pantun Melayu sendiri menunjukkan bahwa kata sepantun sama dengan seumpama, seperti pada ungkapan, “Kami sepantun anak itik, kasih ayam maka menjadi” atau “Tuan sepantun kilat cermin, di balik gunung tampak jua”.



Sejumlah ahli bahasa dan ahli antropologi berpendapat bahwa pantun merupakan bentuk lanjutan dan pertumbuhan dari peribahasa dan perumpamaan. Kalimat perumpamaan diberi pengantar yang bunyi dan maknanya sangat mirip. Kalimat pengantar tersebut bukan seperti sampiran dalam pantun. “Sampiran sebuah pantun adalah kiasan dari isi pantun, sementara isi pantun adalah kiasan tentang sesuatu,” kata A. A. Navis2). Chairul Harun lebih luas berpendapat bahwa sampiran sebuah pantun mengungkapkan sesuatu dari dunia makro, sementara isinya mengungkapkan sesuatu dari dunia mikro.



Sebuah ungkapan lama yang berbunyi “Kerbau tahan palu, manusia tahan kias” tampaknya memang menyimpulkan bahwa pantun adalah alat untuk membuat kias. Dalam percakapan sehari-hari masyarakat Melayu, orang mengemukakan pendapatnya dengan pantun, dan lawan bicara sudah maklum dengan maksud pembicara. Dengan demikian pantun merupakan salah satu alat komunikasi yang cukup efektif untuk mengemukakan pendapat atau melancarkan kritik. Hal ini sudah mentradisi dalam masyarakat Melayu sejak zaman dahulu. Pertanyaan yang muncul kenapa pantun dan bukan hasil kesusastraan yang lain? Oleh karena pantun adalah hasil kesusastraan yang pandai “mencubit” tanpa menimbulkan “rasa sakit”. Kias yang dibiaskan pantun langsung mencapai sasaran tanpa menjatuhkan marwah orang yang dituju. Cara mengemukakan pendapat dan melancarkan kritik seperti itu merupakan salah satu sikap orang Melayu Riau. Jadi, bukan makna atau arti pantun yang melibatkan sikap hidup si pemakai, seperti pendapat yang berkembang selama ini.



Beberapa tahun yang lalu ada sebuah pantun yang dimuat dalam surat kabar terkemuka di ibu kota. Pantun tersebut dinyatakan sebagai pantun yang menunjukkan sikap orang Melayu Riau yang suka berhiba-hiba dan perajuk. Pantun tersebut berbunyi:



Tudung periuk pandai(lah) menyayi

Ditarikan oleh putra mahkota

Kain yang buruk berikan kami

Untuk menyapu si air mata



Pantun di atas sebenarnya tergolong pantun orang muda yang berisi ratapan tentang patah cinta. Kias yang dibiaskan lambang-lambang dalam pantun tersebut mengandung makna positif.



Pantun-pantun Melayu sarat dengan lambang-lambang. Kekurangtahuan makna lambang-lambang antropologis yang tersurat dalam pantun akan menyesatkan penarikan hakekat yang dikandungnya, karena lambang-lambang yang tersurat selalu mengandung makna tersirat, bahkan ada kalanya tersuruk atau tersembunyi. Orang awam, orang yang ahli, dan orang yang arif bijaksana akan memaknai kiasan sebuah pantun secara berlainan.

Pada pantun Tudung Periuk di atas, kata “periuk” melambangkan kehidupan, seperti dalam nasihat orang tua-tua yang berbunyi, “Hati-hatilah, nanti tertelungkup periuk nasimu.” Maksud nasihat itu ialah agar senantiasa berhati-hati dan waspada dalam menjalani hidup ini. Jika menjadi pegawai negeri, jangan membuat kesalahan seperti korupsi, kurang rajin, dan sebagainya. Kata “menari” atau “ditarikan” sama dengan “bermain” atau “dipermainkan”. “Putra mahkota” melambangkan generasi muda atau generasi penerus. Makna keseluruhan nasihat yang dicontohkan di atas berarti bahwa bila hidup ini dipermainkan oleh generasi muda, atau generasi muda suka bermain-main dalam menjalani kehidupannya, maka hanya kain buruklah yang akan tinggal padanya. Kain buruk sebagai lambang sesuatu yang sudah terbuang, yang dalam masyarakat Melayu dipergunakan sebagai alat untuk mengelap benda yang kotor. Jadi, pantun Tudung Periuk justru mengandung pesan kepada generasi muda yang bernilai tinggi. Penafsir yang mengatakan bahwa pantun tersebut mengandung arti sebagai sikap hidup yang suka berhiba-hiba dan merajuk, salah memaknai lambang-lambang dalam pantun. Hal ini tentu akan merugikan masa depan masyarakat Melayu.



Pantun sebagai hasil kesusastraan Melayu dapat dipilah-pilah dalam lima jenis, yaitu pantun adat, pantun tua, pantun muda, pantun suka, dan pantun duka. Pantun adat menurut isinya dapat dibagi dalam pantun yang berkenaan dengan tata pemerintahan, sistem kepemimpinan, dan hukum, sedangkan pantun suka berisi ejekan dan teka-teki.

Contoh pantun adat adalah:



Adat menyuluh sarang lebah

Kalau berisi tidak bersambang

Adat penuh tidak melimpah

Kalau berisi tidaklah kurang



Padat tembaga jangan dituang

Kalau dituang melepuh jari

Adat lembaga jangan dibuang

Kalau dibuang binasa negeri



Lebat kayu pantang ditebang

Sudah berbuah lalu berdaun

Adat Melayu pantang dibuang

Sudah pusaka turun-temurun



Contoh pantun adat yang berkenaan dengan tata pemerintahan misalnya:



Anak gadis memepat kuku

Dipepat dengan pisau seraut

Terpepat pada betung tua

Betung tua dibuat lantai



Negeri dihuni berbagai suku

Ada seinduk ada seperut

Kampung diberi bertua

Rumah diberi bertungganai



Contoh pantun adat yang berkenaan dengan sistem kepemimpinan adalah:



Dahan kemuning biarlah patah

Asal mengkudu lebat berbuah

Di lahir raja disembah

Di batin rakyat memerintah



Contoh pantun adat yang berkenaan dengan hukum:



Sekali ladang berganti

Sekali tanaman berbuah

Tumbuhnya di situ jua

Sekali pembesar berganti



Sekali langgam berbuah

Adat begitu juga



Orang Pahang membawa kapas

Orang Palembang membawa air





Yang mencencang yang memapas

Yang berhutang yang membayar



Contoh pantun tua yang berisi nasihat;



Patah lancang kita sadaikan

Supaya sampan tidak melintang

Petuah orang kita sampaikan

Supaya badan tidak berhutang



Burung punai memakan saga

Saga merah besar batangnya

Rukun dan damai di rumah tangga

Amal ibadat jadi tiangnya



Encik Mamat membelah bambu

Bambu berjalin rotan saga

Baiklah hormat kepada ibu

Supaya terjamin masuk surga



Contoh pantun muda :



Kalau ada selasih dulang

Kami menumpang ke Jawa saja

Buah hati kekasih orang

Kami menumpang ketawa saja



Hilang kemana bintang kartika?

Tidak nampak di awan lagi

Hilang kemana adik seketika

Tidak nampak berjalan lagi



Pisang serendah masaknya hijau

Ditunggu layu tak mau layu

Tinggi rendah mata meninjau

Ditunggu lalu tak mau lalu



Contoh pantun suka:

Elok-elok menunggang kuda

Tebing bertarah tanahnya licin

Elok-elok berbini muda

Nasi hangus gulainya masin



Contoh pantun suka (mengejek) misalnya,

Gunting Cina ada pasaknya

Gunting Siantan apa besinya

Bunting betina ada anaknya

Bunting jantan apa isinya



Contoh pantun suka (teka-teki) :



Pulang mengail membawa sepat

Sepat dijual orang Melaka

Makan di laut muntah di darat

Kalau tahu cobalah terka



Contoh pantun duka :



Sayang Serawak sungailah sempit

Buah rengas lambung-lambungan

Hendak dibawa perahuku sempit

Tinggal emas tinggallah junjungan



Kalau meletus Gunung Sibayak

Alamat Medan menjadi abu

Angin berhembus layarku koyak

Pulau yang mana hendak dituju



Dari beberapa pantun di atas dapat disimpulkan bahwa lambang-lambang yang digunakan di dalamnya, baik sebagai sampiran maupun isi, adalah nama-nama benda atau makhluk yang ada di sekitar masyarakat Melayu. Benda-benda yang digunakan adalah tumbuh-tumbuhan, satwa, alat transportasi, alat-alat rumah tangga, dan perkakas lainnya yang sangat berguna bagi kehidupan mereka. Kupasan secara lebih luas dan mendalam mengenai hal ini belum penulis lakukan.



Tulisan ini terwujud berkat bantuan beberapa budayawan dan sastrawan yang sudi memberikan masukan. Semoga tulisan ini dapat menggugah para ahli yang terhimpun dalam majelis ini untuk menjadikan “penafsiran lambang-lambang dalam pantun ini” sebagai kajian yang lebih luas, mendalam, dan ilmiah.



Lumba-lumba main gelombang

Riaknya sampai ke Indragiri

Coba-coba menanam mumbang

Kalau tumbuh tuah negeri



Daftar Pustaka

Anonim. “Profil Orang Melayu yang Toleran”. Kompas, Minggu, 19 Juni 1983.

Depdikbud (Dirjen Kebudayaan, Direktorat Kesenian), 1983. Hasil Pencatatan Data Kesenian Daerah Riau.

Jabbar, H. 1979. Pantun dan Tradisinya di Minangkabau. Makalah Persidangan Antarbangsa Pengkajian Melayu. Kuala Lumpur, 8–10 September 1979.

Navis, A. A. 1985. Alam Terkembang Jadi Guru: Adat dan Kebudayaan Minangkabau. Jakarta: Grafiti Pers.

Teeuw, A. 1970. Sastra Baru Indonesia. Diterjemahkan oleh Rustam A. Sani dan Asraf. Kuala Lumpur: University of Malaya Press.
Read More..
 
Copyright 2011 @ Wiwin-Saputra!
Design by Wordpress Manual | Bloggerized by Free Blogger Template and Blog Teacher | Powered by Blogger